Pemda PPU Resmi Buka Job Fair 2026, Siapkan 250 Lowongan Pekerjaan

PENAJAM PASER UTARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar resmi membuka Job Fair tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, mulai 5 – 6 Agustus 2026, di Gedung Graha Pemuda, Nipah-Nipah, Rabu, (5/8/2026).

Job Fair 2026 ini menghadirkan 26 perusahaan yang berpartisipasi aktif dalam upaya memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja di wilayah PPU.

Sekda PPU, Tohar saat membuka job fair 2026 di Graha Pemuda PPU

Tercatat sebanyak 250 lowongan pekerjaan tersedia dalam Job Fair tahun 2026 tersebut, yang menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons tantangan ketenagakerjaan di tengah tingginya angka pengangguran yang mencapai 2.446 orang.

Dalam sambutan Tohar yang hadir mewakili Bupati PPU ini menyampaikan bahwa pemerintah fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan kemudahan perizinan untuk menarik investor, guna menciptakan lapangan kerja baru di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan otomatisasi teknologi.

Tohar juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi bagi para pencari kerja. Ijazah formal merupakan langkah awal, namun keterampilan teknis dan pola pikir yang adaptif adalah kunci utama dalam mengolah pikiran menjadi karya nyata di dunia kerja.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Pemuda ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga sarana edukasi bagi para pencari kerja. Dia menekankan bahwa di era yang penuh tantangan ini, pencari kerja harus memiliki kompetensi yang tangguh.

Tohar menambahkan bahwa  pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dan investor untuk menekan angka pengangguran. Dengan menyediakan platform Job Fair ini, pemerintah berharap para pencari kerja dapat lebih aktif dalam memanfaatkan peluang yang ada dan menyesuaikan kompetensi mereka dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

”Jangan hanya mengandalkan ijazah. Fokuslah pada pengembangan skill (keterampilan) dan kompetensi diri. Dunia kerja saat ini lebih menghargai kemampuan Anda dalam mengolah pikiran menjadi sebuah karya nyata,” ucap tohar.

Dalam wawancara sekda juga menyampaikan, pemerintah menyoroti tiga faktor krusial yang mempengaruhi iklim ketenagakerjaan saat ini siklus investasi, tren perbankan, dan disrupsi teknologi.

Kondisi ekonomi nasional yang sedang dalam fase konsolidasi membuat perusahaan cenderung fokus pada mempertahankan kelangsungan bisnis (survive) daripada ekspansi, yang berdampak langsung pada terbatasnya pembukaan lowongan kerja baru, berdasarkan data perbankan, penyaluran kredit saat ini masih didominasi oleh kebutuhan konsumsi (hanya sekitar 18% yang terserap untuk investasi).

Padahal, pertumbuhan lapangan kerja baru sangat bergantung pada arus investasi produktif, otomatisasi dan penggunaan robotika di berbagai sektor—seperti yang telah terjadi di negara maju—mulai menggeser peran tenaga kerja konvensional. Hal ini menjadi peringatan dini bagi dunia ketenagakerjaan lokal untuk segera beradaptasi.

”Tugas pemerintah daerah adalah menjadi fasilitator utama melalui penyediaan infrastruktur dasar dan penyederhanaan birokrasi perizinan, tanpa melanggar regulasi,”terangnya.

Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen melakukan belanja yang berkualitas, yakni anggaran yang diarahkan untuk sektor-sektor yang membangkitkan ekonomi masyarakat. Kami terus berupaya menciptakan iklim kondusif bagi investor agar mau menanamkan modalnya di PPU.

”Kegiatan Job Fair ini diharapkan menjadi jembatan bagi warga lokal untuk mendapatkan akses kerja, sekaligus menjadi cerminan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” tutupnya.

Tampak hadir Anggota DPRD  PPU, Kapolres PPU, Kodim 0913/PPU, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Pengadilan Agama, Asisten III, Para Staf Ahli, Camat Se-PPU, Unsur kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.  (ADV)

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Gerbang Nusantara Benuo Taka

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca