Kalaksa BPBD PPU Hadiri Apel Gabungan dan Shalat Istisqa, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

PENAJAM – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila, menghadiri Apel Gelar Pasukan Tiga Pilar dalam rangka Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Shalat Istisqa berjamaah, Selasa, (1/9/2026).

Kepala pelaksana BPBD PPU Nurlaila Bupati PPU dan Forkopimda

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Kabupaten PPU, sekaligus ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri dalam mencegah serta menangani karhutla. Koordinasi dan kesiapsiagaan, menurutnya, harus diperkuat hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat diminta turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi karhutla agar dapat segera ditindaklanjuti.

Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sehari-hari serta perekonomian. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini harus menjadi perhatian bersama.

Nurlaila mengatakan, kehadiran BPBD PPU dalam apel tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana, khususnya karhutla yang rawan terjadi pada musim kemarau.

Ia menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana dan prasarana penanggulangan bencana agar dapat bergerak cepat apabila terjadi kebakaran.

Selain kesiapsiagaan secara teknis, pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin bersama. Melalui doa tersebut, masyarakat memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten PPU segera mendapatkan hujan yang membawa keberkahan serta dijauhkan dari berbagai bencana dan musibah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MUI Kabupaten PPU, H. Abu Hasan Mubarak, juga menyampaikan tausiah. Ia mengajak jamaah memperbanyak doa dan istighfar serta menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki diri.

Abu Hasan mengingatkan bahwa kemarau dan kekurangan air juga pernah terjadi pada masa nabi-nabi terdahulu. Ia mengutip kisah Nabi Nuh AS dalam Surah Nuh mengenai pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Shalat Istisqa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana untuk kembali kepada Allah, meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa dengan penuh ketundukan.

Selain memperbanyak doa, masyarakat juga diminta tetap melakukan ikhtiar nyata dengan hidup hemat dan bijak menggunakan air, menjaga lingkungan, menjaga kesehatan serta tidak melakukan pembakaran lahan.

Melalui kegiatan tersebut, BPBD PPU bersama seluruh unsur Tiga Pilar berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan pencegahan karhutla. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini. (ADV/BPBD Kabupaten PPU).

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Gerbang Nusantara Benuo Taka

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca